Selasa, 17 April 2018

pengertian proxmox



Apa Itu Proxmox? 

A.Pendahuluan
Assalamualaikum Wr Wb
kali ini saya mau membahas tentang Materi Dasar Proxmox

1. Pengertian
Proxmox VE (Virtual Environment) adalah salah satu distro Linux dari basis Debian yang mempunyai fungsi khusus sebagai virtualisasi baik appliance maupun operating system. Proxmox berjalan dengan mode text, walaupun seperti itu Proxmox akan lebih mudah dikonfigurasi melalui akses remote dengan web based.
Proxmox support beberapa jenis platform virtualisasi seperti KVM dan OpenVZ. Dengan berbasis distro Debian Stable dan menggunkan kernel khusus untuk virtualisasi menjadikan Proxmox VE sebuah Bare Metal Virtualtation Platform yang power full. Bare Metal adalah sistem komputer dimana mesin virtual dipasang langsung pada komputer dalam sistem operasi tanpa diinstall terlebih dahulu aplikasi tertentu. Istilah Bare Metal
mengacu pada hardisk.

2.1 Kelebihan Proxmox
Proxmox ini memiliki banyak kelebihan, antara lain :
a) Open source, sehingga free untuk digunakan oleh siapapun.
b) Mudah dalam instalasi dan konfigurasi.
c) Mendukung platform virtualisasi berbasis KVM dan OpenVZ.
d) Mendukung berbagai format hardisk virtual.
e) Minimalis dan power full dalam pemakaian memory karena hanya butuh sedikit
memory untuk menjalankan virtual server.
f) Mendukung auto backup sesuai schedule yang ditentukan baik ke internal storage
maupun external storage.
g) Dapat digunakan untuk Cluster dan High Avaliablity Server.
h) Mendukung banyak model storage : LVM, iSCSI, Local Directory maupun NFS.
i) Sudah mendukung Live Migration.
Beberapa hal yang harus diperhatikan mengenai Proxmox antara lain :
Proxmox Cloud Computing (Virtualisasi)

a) Proxmox hanya disediakan untuk mesin 64 bit sehingga tidak akan bisa berjalan
pada mesin 32 bit.
b) Pada saat instalasi, Proxmox akan menghapus seluruh isi dari hardisk. Sehingga
jika hanya ingin melakukan percobaan gunakan hardisk yang kosong atau gunakan
mesin virtual juga.
c) Jika ingin menggunakan KVM, Proxmox membutuhkan motherboard/CPU yang
mendukung teknologi virtualisasi yaitu intel VT/AMD-V.

2.2 Kebutuhan Hardware Untuk Proxmox
Kebutuhan spesifikasi server pada dasarnya tergantung pada virtual server yang akan
digunakan. Semakin tinggi spesifikasi yang akan dijalankan maka semakin tinggi juga
kebutuhan hardware yang harus tersedia (mesin induk). Meski demikian, asumsi ini tidak
100% benar karena ada beberapa teknologi virtualisasi seperti OpenVZ yang mampu
melakukan pembagian resource sehingga apabila jika mesin virtual ada 3 yang masing
membutuhkan 1 GB memory tidak berarti server (mesin induk) harus memiliki kapasitas
memory 3 x 1 GB.
Spesifikasi minimal pada server induk yang harus terpenuhi agar virtual server dapat
berjalan adalah :
a) Processor Pentium 4, dan harus memiliki kemampuan 64 bit.
b) Jika akan menggunakan model full virtualization CPU harus memiliki model
motherboard intel VT (Virtualtation Technology) atau AMD-V.
c) Memory RAM minimal 1 GB.
d) Kapasitas hardisk minimal 20 GB.
e) NIC (Network Interface Card) 

2.3 Metode Instalasi Proxmox
Sama seperti install sistem operasi berbasis Linux lainnya install Proxmox ada beberapa
metode instalasi antara lain :
a. Menggunakan CD Installer
Cara ini merupakan yang sudah umum digunakan karena Proxmox sudah dikemas dalam 1
keping CD. Proses instalasi dapat dilakukan dalam beberapa langkah saja tanpa
Proxmox Cloud Computing (Virtualisasi)
9konfigurasi yang rumit.
b. Menggunakan Live USB
Cara ini memiliki cara kerja yang sama dengan menggunakan CD installer hanya berbeda
pada media yang digunakan adalah USB flash. Metode ini sangat bermanfaat apabila suatu
komputer tidak memiliki perangkat CD/DVD ROM.

B. latar belakang
memahami apa itu proxmox dan fungsinya

C. tujuan
untuk membuat virtual machine pada sebuah server

D. waktu yang dibutuhkan
1-2 jam

E. Refrensi
http://anaklampung22.blogspot.co.id/2018/01/apa-itu-proxmox.html 

Selasa, 03 April 2018

Hari ke-2 Training MTCRE

Training Mikrotik MTCRE 2018 day-2


Assalamualaikum Wr. Wb
Pada kesempatan kali ini saya akan sharing mengenai kegiatan yang kami lakukan pada hari ini.

Setelah mengikuti training MTCRE selama 2 hari, selanjutnya dilakukann dengan ujian

LAMA PELAKSANAAN
60 menit

PEMBAHASAN
peraturan ujian sama seperti saat ujian MTCNA. tidak boleh melakukan copas soal atau memfoto soal

jenis soal :

  1. multiple choice
  2. single answer
  3. true and false
boleh browsing tetapi tidak boleh melakukan copas soal MTCRE langsung. dipernolehkan untuk membuak wiki.mikrotik dan translate.

Sekian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan kali ini, Terimakasih, semoga bermanfaat.
Wassalamualaikum Wr Wb.

Senin, 02 April 2018

Hari Pertama Training MTCRE

Training MTCRE

setelah kemarin mengikuti training MikroTik MTCNA. kemudian dilanjutkan ke MTCRE. MTCRE membahas mengenai static routing dan dynamic routing

PENGERTIAN 
routing adalah proses meneruskan packet - packet jaringan dari satu jaringan ke jaringan lainnya melalui sebuah antar netwoek ( internetwork )

LAMA PELAKSANAAN
09.00 - 17.30 kemudian dilanjutkan lagi pukul 18.30 sampai 20.00

PEMBAHASAN

Advance Static Routing
Failover

  • prioritas yang besar adalah prioritas yang memiliki nilai distance paling kecil
  • distance dan check gateway

Routing Police ( Load Sharing )
  • membutuhkan routing mark ( /ip firewall mangle )
  • prerouting -  src bukan dari router
  • output - src berasal dari router sendiri
  • membedakan protokol tertentu untuk melalui gateway tertentu
Load Balancing ( ECMP )
  • Equal Cost Multiple Path
  • gateway lebih dari 1
  • semua gateway yang digunakan dituliskan dalam 1 routing active
  • per connection src/dst address pair load balancing
  • penggunaan gateway utk pengiriman traffic suatu koneksi menggunakan algoritma round-robin

 Recursive routing
  • gateway yang tidak terhubung secara langsung
  • recursive target scope lebih tinggi atau sama
  • harus sama menambahkan
  • target scope = dipakai untuk meminta info
  • scope = memberi informasi
  • target scope harus lebih atau sama dengan scope yang dituju

OSPF
teramsuk dalam kategori IGP ( Interior Gateway Protocol ) yang termasuk dalam kategori Link-State. routing OSPF menggunakan algoritma Djikstra. multicast 224.0.0.5 dan 6.
Packet OSPF=
  1. Hello, 
  2. DBD, 
  3. lsr ( link state request ), 
  4. lsu (link state update)
  5. lsack ( ls acknowledge )
KESIMPULAN
didalam internet untuk menghubungkan 1 router menggunakan 2 jalur. jalur satu sebagai backup jika jalur utama tidak bisa. routing OSPF termasuk dalam routing dynamic link - state.

REFERENSI
https://wiki.mikrotik.com/wiki/Manual:Routing/OSPF

Assalamu'alaikum wr.wb

  Hy guys seperti biasa saya akan share kegiatan hari ini.



A.PENDAHULUAN
Training hari ini menyelesaikan modul MTCNA yaitu  Wirelles,Firewall,Qos,Tunnels,Misc.Setelah itu kami ujian MTCNA.
B.URAIAN KEGIATAN
 Fiirewall Strategies :
--> Accept few, drop any
--> Drop few, accept any

Untuk melindungi router gunakan chain --> input
--> established-related = accept
--> invalid = drop
--> catch-all rule = drop + log

srcnat --> dipakai untuk privat network ke eksternal network
dstnat --> menyediakan akses eksternal network ke privat network

Target adalah objek yang akan diatur queue, target bisa berupa IP, Network, Interface.
    1. tentukan apa yang akan dilakukan pada target

Dimikrotik ada dua parameter limitation
    1. Maximum information range (MIR) --> digunakan untuk membatasi bandwith --> max.limit = menentukan maksimum bandwith untuk target
    2.  Committed information range (CIR) -->  menjamin bandwith

Untuk traffic upload --> akan melihat dari source addressnya. Semua yang source addressnya sama dianggap satu traffic
Untuk traffic download --> dilihat dari destination downloadnya

PPPoE Stages :
    1. PADI --> PPPoE Active Discovery Inisialisasi
    2. PADO --> PPPoE Active Discovery Over
    3. PADR --> PPPoE Active Discovery Request
    4. PADS --> PPPoE Active Discovery Session

Penggunaan protokol LCP untuk pembentukan tunnel dan autentikasi
IPCP untuk pemetaan IP setelah pembentukan tunnel
Jika sudah berhasil dan terbentuk , sudah bisa dilakukan penerimaan dan pengiriman data oleh Data Excahanges.
C.KESIMPUALAN
Kesimpulannya masih sama seperti hari kemarin yaitu ternyata setiap langkah di konfigurasi emmpunyai arti dan maksud tertentu.
D.REFERENSI
Modul MTCNA dan Pak Ziad Sobri.

Sekian dari saya semoga bermanfaat.

Wassalamu'alaikum wr.wb

Assalamu'alaikum wr.wb

Hy guys kali ini saya akan share training mtcna hari ini..






A.PENDAHULUAN

Hari ini training membahas tentang DHCP,Bridging,Routing.
B.URAIAN KEGIATAN
Tahapan DHCP --> DORA
    1. Discovery --> dilakukan oleh host untuk mencari servernya
    2. Offer --> Server menawarkan kepada host
    3. Request --> setelah diberikan offering, client meminta layanan dhcp kepada server
    4. Acknowledge --> Permintaan diterima, parameter diberikan kepada client. Kemudian dipindahkan ke layer 3

Parameter yang diberikan --> IP dan subnet mask (yang lainnya opsional)
    *Beberapa perlu diminta, beberapa diberikan langsung oleh server.

DHCP Server perlu memilih interface -->host dan server harus terhubung dilink network yang sama(parameternya berada disatu broadcast domain)
    *Komunikasi hanya dilakukan di interface tertentu

DHCP Client
    1. Use Peer DNS
    2. Use Peer NTP

Distance digunakan untuk memberikan destination yang dijadikan prioritas. Menentukan jalur utama dan jalur backup

Tujuan ARP digunakan pada IPv4 untuk memetakan perangkat yang terhubung ke server.

ARP membuthkan informasi MAC Address digunakan sebagai alamat pengiriman IP Packet.

Di perangkat ARP didefault berjalan di interface

Kelemahan ARP Tabel --> Terlalu terbuka, siapapun bebas menambahkan entri. Jumlah entri harus dibatasi karena lebih baik sesuai kebutuhan

Mode ARP Reply-only --> Laptop merequest ke router, dan router memberi balasan, sebagai MAC Address laptop tidak dicatat oleh ARP
    *Bisa dijalankan selama interface terdaftar static di ARP Tabel

Bridge --> Digunakan untuk memecah colusion domain
    *Station Bridge --> Propiteri, hanya bisa dilakukan jika access pointnya mikrortik

Routing berjalan di layer 3 yang berguna menentukan jalur terbaik dan meneruskan paket pada network yang dituju, dari satu network ke network
lain berdasarkan forwarding tabel.

Komponen utama routing di mikrotik
    1. Routing information base --> Berfungsi sebagai database semua protokol routing yang ada
    2. Forwarding Tabel --> Menentukan mana yang akan diigunakan untuk meneruskan paket
    3. Distancenya jangan 255
    4. Gatewaynya harus valid

Signal strength digunakan untuk menentukan kekuatan sinyal bukan kualitas sinyal

WDS digunakan untuk memperluas jaringan wirelessnya.
C.KESIMPULAN
Kesimpulan training pada hari ini yaitu  ternyata semua proses konfigurasi mikrotik mempunyai urutan dan mempunyai maksud dan arti tertentu.
D.REFERENSI
Modul MTCNA dan Trainer kita pak Ziad Sobri.

Cukup itu yang bisa saya share.
Semoga bermanfaat.

Minggu, 01 April 2018

Hari ke-3 Training MTCNA

Assalamu'alaikum wr.wb

  Hy guys seperti biasa saya akan share kegiatan hari ini.



A.PENDAHULUAN
Training hari ini menyelesaikan modul MTCNA yaitu  Wirelles,Firewall,Qos,Tunnels,Misc.Setelah itu kami ujian MTCNA.
B.URAIAN KEGIATAN
 Fiirewall Strategies :
--> Accept few, drop any
--> Drop few, accept any

Untuk melindungi router gunakan chain --> input
--> established-related = accept
--> invalid = drop
--> catch-all rule = drop + log

srcnat --> dipakai untuk privat network ke eksternal network
dstnat --> menyediakan akses eksternal network ke privat network

Target adalah objek yang akan diatur queue, target bisa berupa IP, Network, Interface.
    1. tentukan apa yang akan dilakukan pada target

Dimikrotik ada dua parameter limitation
    1. Maximum information range (MIR) --> digunakan untuk membatasi bandwith --> max.limit = menentukan maksimum bandwith untuk target
    2.  Committed information range (CIR) -->  menjamin bandwith

Untuk traffic upload --> akan melihat dari source addressnya. Semua yang source addressnya sama dianggap satu traffic
Untuk traffic download --> dilihat dari destination downloadnya

PPPoE Stages :
    1. PADI --> PPPoE Active Discovery Inisialisasi
    2. PADO --> PPPoE Active Discovery Over
    3. PADR --> PPPoE Active Discovery Request
    4. PADS --> PPPoE Active Discovery Session

Penggunaan protokol LCP untuk pembentukan tunnel dan autentikasi
IPCP untuk pemetaan IP setelah pembentukan tunnel
Jika sudah berhasil dan terbentuk , sudah bisa dilakukan penerimaan dan pengiriman data oleh Data Excahanges.
C.KESIMPUALAN
Kesimpulannya masih sama seperti hari kemarin yaitu ternyata setiap langkah di konfigurasi emmpunyai arti dan maksud tertentu.
D.REFERENSI
Modul MTCNA dan Pak Ziad Sobri.

Sekian dari saya semoga bermanfaat.

Wassalamu'alaikum wr.wb

Assalamu'alaikum wr.wb

Hy guys kali ini saya akan share training mtcna hari ini..






A.PENDAHULUAN

Hari ini training membahas tentang DHCP,Bridging,Routing.
B.URAIAN KEGIATAN
Tahapan DHCP --> DORA
    1. Discovery --> dilakukan oleh host untuk mencari servernya
    2. Offer --> Server menawarkan kepada host
    3. Request --> setelah diberikan offering, client meminta layanan dhcp kepada server
    4. Acknowledge --> Permintaan diterima, parameter diberikan kepada client. Kemudian dipindahkan ke layer 3

Parameter yang diberikan --> IP dan subnet mask (yang lainnya opsional)
    *Beberapa perlu diminta, beberapa diberikan langsung oleh server.

DHCP Server perlu memilih interface -->host dan server harus terhubung dilink network yang sama(parameternya berada disatu broadcast domain)
    *Komunikasi hanya dilakukan di interface tertentu

DHCP Client
    1. Use Peer DNS
    2. Use Peer NTP

Distance digunakan untuk memberikan destination yang dijadikan prioritas. Menentukan jalur utama dan jalur backup

Tujuan ARP digunakan pada IPv4 untuk memetakan perangkat yang terhubung ke server.

ARP membuthkan informasi MAC Address digunakan sebagai alamat pengiriman IP Packet.

Di perangkat ARP didefault berjalan di interface

Kelemahan ARP Tabel --> Terlalu terbuka, siapapun bebas menambahkan entri. Jumlah entri harus dibatasi karena lebih baik sesuai kebutuhan

Mode ARP Reply-only --> Laptop merequest ke router, dan router memberi balasan, sebagai MAC Address laptop tidak dicatat oleh ARP
    *Bisa dijalankan selama interface terdaftar static di ARP Tabel

Bridge --> Digunakan untuk memecah colusion domain
    *Station Bridge --> Propiteri, hanya bisa dilakukan jika access pointnya mikrortik

Routing berjalan di layer 3 yang berguna menentukan jalur terbaik dan meneruskan paket pada network yang dituju, dari satu network ke network
lain berdasarkan forwarding tabel.

Komponen utama routing di mikrotik
    1. Routing information base --> Berfungsi sebagai database semua protokol routing yang ada
    2. Forwarding Tabel --> Menentukan mana yang akan diigunakan untuk meneruskan paket
    3. Distancenya jangan 255
    4. Gatewaynya harus valid

Signal strength digunakan untuk menentukan kekuatan sinyal bukan kualitas sinyal

WDS digunakan untuk memperluas jaringan wirelessnya.
C.KESIMPULAN
Kesimpulan training pada hari ini yaitu  ternyata semua proses konfigurasi mikrotik mempunyai urutan dan mempunyai maksud dan arti tertentu.
D.REFERENSI
Modul MTCNA dan Trainer kita pak Ziad Sobri.

Cukup itu yang bisa saya share.
Semoga bermanfaat.